“I Hate PMS!”

April 5th, 2008 by niayustiana

Hari cerah…, tak ada yang salah…, semua berjalan lancar…
Hati senang…, tak ada yang mengesalkan…, semua menggembirakan…
Lalu malam menggantikan siang…, cahaya terang berganti buram…, dan aku berdiam di kamar…
Aku kemudian membaca…, aku menulis…, aku pun berdendang…
Tanpa peringatan mataku menghangat…, sebulir air mata jatuh tak tertahan…, aku jadi kebingungan…
Ada apa ini?…, apa yang salah?…, kenapa denganku?…
Hatiku perih tanpa mengerti apa penyebabnya…, air mataku pun terus mengalir tanpa ada penjelasan…, kucoba hentikan tapi semua terus berulang…
Kulihat tanggal lalu mulai manggut-manggut…, ya ya ya bagaimana tidak…, rupanya siklus sedang berputar dan kini sudah tiba saatnya:
1. Sedia kertas dan alat tulis setiap saat, karena ini saat-saat produktif untuk nulis corat-coret berbau romantis-romantisan
2. Beli pulsa atau sedia dana tambahan buat berkunjung ke temen-temen dalam rangka curhat-curhatan
3. Tempel larangan buat semua cd music, novel dan dvd yang berbau-bau drama atau roman, kecuali kalo mau ngambil resiko sekarat gara-gara nangis terus-terusan
4. Pergi ke pasar, beli cemilan biar hati tetap senang
5. Pinjem celana panjang sodara buat jaga-jaga sapa tau perut nambah maju ke depan gara-gara kebanyakan makan
……dan terakhir tapi mungkin paling penting bagi kalangan tertentu…, sekarang ini tiba saatnya:
6. Para lelaki menghindar, kecuali kalo mau ketiban sial…..

Nb: Masa PMS emang bikin sebel…, gimana ngga…, ngga ada apa-apa tapi bawaan pengen manyun…, masih mending kalo reaksinya marah-marah…, nah ini kalo keluarnya nangis???! Iiiiiiihhhhh……

“Antara ITB dan IP”

April 5th, 2008 by niayustiana

Tanggal 26 Maret 2008…

Kususuri jalan selangkah demi selangkah…

Tak kupedulikan motor-motor yang menepi
menawarkan jasa mereka…

Aku ingin kembali menapak masa lalu, mundur
10 tahun ke belakang…

        Matahari
mulai mendaki menuju puncaknya

        Panas…,
aku mulai kehilangan nafas

        Lelah…,
dan kakiku mulai menyerah kalah

        Tapi
aku tak mau berhenti, aku tak mau berdiam diri

Keputusanku untuk pergi dan tak peduli

Meski tahu apa yang sedang terjadi

Aku tak mau melepasnya pergi

Aku harus lakukan ini sepenuh hati

        Tapi
cita-cita terkadang tak bisa diwujudkan sendiri

        Seringkali
kekuatan tak hanya berasal dari dalam diri

        Seringkali
kita bertahan karena ada orang-orang yang kita sayangi

        Mereka
yang mendampingi ketika hidup laksana duri

Ahhh…, meski kalian tak ada di sisi

Meski kalian disana dan aku disini

Kalian membuat tujuanku terpenuhi

Terima kasih… FREN…

 

Nb:

Makasih ya ‘Sih and Noks udah nemenin aku
jalan dari Balubur ampe Istana Plaza. Dengerin suara kalian bikin perjalananku ga kerasa lama :) Oiya, makasih juga buat Fren yang bikin
aku bisa nelepon murah ke mereka-mereka ini… Btw, perjalanan dari Balubur
ampe Istana Plaza via jalan kaki makan waktu kurang lebih 30 menit (kali-kali
kalian kurang kerjaan n pengen nyobain juga ;) Dari Cihampelas ampe rumahku via
jalan kaki kurang lebih 3 jam, ini waktu angkot mogok pas jaman SMA (yang ini
petunjuk untuk orang-orang yang nanya aku tinggal dimana… huehehe…)

“Berbagi Gombalisme”

February 29th, 2008 by niayustiana

-Let Me Be-

Let
me be the one that shine in your heart

Let
me be the knight that come and try to win your fight

Let
me be your lullaby that keep your sleep so tight

Please,
open up your heart and let me in your life

-Hanya Perlu Satu Alasan-

Bukan karena paras yang rupawan

Bukan karena pribadi yang menawan

Bukan karena otak yang pintar

Bukan karena bahasa yang membuai

Apalagi karena harta warisan

Buatku hanya perlu satu alasan

        Tak
perlu berbadan Gatot Kaca

         Tak
perlu berubah jadi Superman

         Tak
perlu seroyal Donald Trump

         Tak
perlu juga mencoba jadi Shakespeare

         Tak
mengertikah kamu?

         Buatku
cuma perlu satu alasan

Meski tak setegap peragawan tapi itulah kamu

Meski bukan seorang jagoan tapi itulah kamu

Meski dompet tak setebal hartawan tapi itulah
kamu

Meski jauh dari romantis tapi itu juga kamu

Sadarkah kamu?

Karena itu kamu maka aku bersamamu

-C.I.N.T.A-

Cobalah kau pejamkan mata

Indahkah dunia saat aku bersamamu?

Nampakkah aku dalam waktu khayalmu?

Tataplah jauh dalam relung jiwamu

Adakah diriku di hatimu?

 

Nb:

Let Me Be = puisi lama masa SMA…,
terinspirasi oleh??? Udah ngga inget…

HPSA = tercipta ketika mendengar lagu
Ayat-ayat Cinta dari Rossa

Cinta = lahir saat mencoba mencari kepanjangan
dari cinta

Berbagi Gombalisme = semoga dicontek buat
membahagiakan calon istri atau suami…, paling bagus kalo udah halal, paling
ga boleh dikasih lagi ke selingkuhan…!!!

“Berbagi Udang di Balik Batu”

February 29th, 2008 by niayustiana

-Berlari-

Dia panggil namaku dan kututup telingaku

Dia tersenyum padaku dan kupalingkan mukaku

Dia menghampiriku dan aku cepat bersembunyi

Jangan sebut namaku… jangan berikan
senyummu…

Tinggalkan aku… jangan dekati aku…

Aku tak inginkan hadirmu dalam tidur dan
bangunku

Aku tak ingin hancurkan benteng pertahananku

Biarkan aku sendiri…

Biarkan aku merangkul sepi…

-Sebuah Pilihan-

Bertemu
kali pertama…..

Merasa
damai dengan sekedar senyuman

Terkejut
tak hanya sendiri

Ada
yang berharga juga menyukai

Lepaskan…..

Bertemu kekaguman…..

Membuat perubahan

Tergores karena bukan pilihan

Bimbang ketika ada perhatian

Hindarkan…..

Bertemu
satu tujuan…..

Dewasa
dan ideal

Tak
sangka ada yang tersakiti

Tak
boleh melangkahi

Jauhkan…..

Bertemu masa lalu…..

Penuh kebaikan

Menyadari sekedar ilusi

Maaf tak bisa mendustai

Do’akan…..

Bertemu
penggerak hati…..

Menyenangkan

Tak
kira berbatas keadaan

Belum
cukup sebatas rasa

Bebaskan…..

Ini pilihan…..

Untuk sebuah prinsip yang tak boleh dilanggar

Untuk sebuah keyakinan

Karena keluarga amat berarti

Karena sahabat tak terganti

Karena nurani tak bisa dipungkiri

Karena sendiri tak akan mati

Karena janji Yang Maha Pengasih itu pasti

 

Nb:

Berlari = ini coretan sewaktu berkunjung ke
perpustakaan yang sepi…

Sebuah pilihan = kalo yang ini ada karena sebuah
prinsip, untuk menghentikan rasa sebelum berkembang terlalu jauh dengan
seseorang yang pernah punya ‘kisah’, seseorang yang disukai (apalagi kalo hal
itu masih berlangsung) oleh temen, sodara, atau orang-orang yang berarti dalam
kehidupan kita ataupun ketika menyadari ada orang tercinta yang tersakiti.
Untuk mencoba memegang kembali sebuah keyakinan dan menanti datangnya ‘yang
halal’ dari Allah SWT…

Berbagi Udang di Balik Batu = maksudnya
berbagi prinsip yang jadi alasan kenapa memilih ‘berlari’ ato melakukan hal
tertentu, tapi kalo judulnya ‘berbagi prinsip’ ga catchy gitu lho
(hehe…, sok jadi pengarang nich…)

“Ajari Aku Cara…..”

February 24th, 2008 by niayustiana

Aku teriris… aku terluka…

Aku berdarah… aku menangis…

Apa yang sudah kulakukan? Apa yang salah?

Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini?

Kucoba mengingat-ingat dan tak kutemukan
masalahnya

Bukan karena aku lupa berdo’a memohon agar
semua berjalan baik

Bukan juga karena harapanku yang terlalu
tinggi

Aku berhati-hati agar tak lakukan kesalahan

Aku baca berbagai teori yang ada

Aku jalani dengan penuh kasih sayang

Tapi kenapa tetap saja semua berakhir begini?

Aku kecewa… aku sungguh kecewa…

Aku tak tahu lagi harus bagaimana…

Tolong aku… beritahu aku…

Ajari aku cara………………………..
MEMASAK!

 

(Hehehe…, pas mau tidur otak konslet dikit
n isengnya kambuh…, terus tiba-tiba terlintas kata-kata di atas dech… :)

“Bila Saatnya Tiba”

September 16th, 2007 by niayustiana

Aku tak akan berjanji akan terus membuatmu merasa senang

Aku hanya bisa menjanjikan bahwa aku tak akan berhenti belajar

dan akan mendengarkan saat dirimu mengingatkanku

Aku pun tak akan berkata bahwa kamu adalah kekasih abadiku

Aku hanya bisa mengatakan bahwa kamulah sahabat sejatiku

dan denganmu aku yakin dapat melalui pahit getirnya dunia

Aku juga tak bisa mengatakan bahwa kamulah segalanya bagiku

Aku hanya bisa mengatakan bahwa kehadiranmu berarti dalam hidupku

dan aku sangat bersyukur telah bertemu denganmu

Aku juga tak bisa berpura-pura dan berkata bahwa engkaulah yang pertama

Aku hanya bisa menjawab bahwa engkau adalah jodoh dan takdirku

dan itu berarti bagi-Nya engkaulah yang terbaik untukku

Aku bahkan tak mau mengucapkan janji sehidup semati denganmu

Aku hanya bisa mengucapkan bahwa aku tak akan ingkar

dan setia disampingmu selama menjalani waktu yang tersisa

Dalam diriku engkau tak akan dapatkan seorang wanita sempurna

yang ada adalah manusia biasa dengan segudang kelemahan yang berkurang dan seringkali bertambah

Dalam diriku engkau pun tak akan menemukan putihnya malaikat

yang ada adalah sekedar niat untuk tak menyakiti meskipun ternyata tak selalu terkabul dalam nyata

Dalam diriku engkau juga tak akan menangkap bayangan bidadari pujaan setiap pria

yang ada adalah sebuah wajah yang dianugerahkan-Nya dan aku yakin itu nikmat tak terkira bagiku

Dalam diriku engkau bahkan mungkin tak memperoleh segala apa yang kau impikan

yang ada adalah keinginan untuk berjuang bersama membangun cita dari awal hingga waktu penghabisan

Ini aku….. dan bukannya seorang putri impian yang berlimpah harta

Ini aku….. dan bukannya sebuah bintang yang mampu mencerahkan dunia

Ini aku….. dan bukannya boneka hiasan yang sanggup menaikkan ego para pria

Ini aku….. hanya aku….. dan semoga itu cukup bagimu saat kita berjumpa

“Ingatkan Aku”

June 23rd, 2007 by niayustiana

Saat langkahku mulai menyimpang

Saat aku tersilap lidah dan kata-kataku tak pantas didengar

Saat aku membuat kalian merasa tak nyaman

Tolong….., ingatkan aku……

Ketika perhatianku makin berkurang

Juga tak peka pada sekitar

Lalu lupa apa yang dikatakan

Tolong….., ingatkan aku…..

Jangan bicarakan aku di belakang

Karena mungkin saja aku tak sadar

Jika kalian tak memberitahukan

Jadi tolong….., ingatkan aku…..

(Cuap-cuap kata ini lahir karena ceritanya aku sadar udah banyak dosa dan mulai abnormal nich. Intinya sich tolong ingetin ‘n kasih tau aku salahnya dimana kalo aku udah menunjukkan tanda-tanda konslet…… :)

“Jika Kita Ada Dan Tiada”

February 15th, 2007 by niayustiana

Jika kita ada…..

Bisakah kita hadirkan senyum untuk mereka, seperti yang mereka lakukan untuk kita?

Bisakah kita ada disamping mereka, sebagaimana mereka ada di saat tangis melanda?

Bisakah kita melindungi, seperti mereka menjaga agar kita tak terluka?

Bisakah kita membalas kebaikan mereka yang telah mengajari kita cinta?

Bergunakah kita bagi mereka?

       Jika kita tiada…..

       Akankah mereka mengingat kita yang tak lagi ada?

       Akankah mereka tahu tanpa mereka hidup kita hampa?

       Akankah mereka sadar ada cinta untuk mereka?

       Akankah mereka memberi maaf karena membuat mereka kecewa?

       Akan rindukah mereka?

(Siapa mereka? Mereka itu orang-orang yang ada dalam kehidupan kita. Bisa orang tua, saudara, sahabat atau lain-lain. Orang-orang yang memberikan pelangi dalam kehidupan kita. Orang-orang yang juga memberikan awan kelabu pada langit kita. Tanpa mereka, ada kepingan yang menghilang, membuat hidup serasa tak lengkap. Tanpa mereka, kita tak belajar mengenal rasa, juga manis dan pahitnya dunia. Semoga kita semua menjadi sebaik yang kita bisa untuk mereka.)

       Jika kita ada ataupun tiada…..

       Terima kasih karena telah memberi warna

       Terima kasih karena munculkan tawa

       Terima kasih karena telah percaya

       Terima kasih karena mengingatkan saat sedang terlupa

       Terima kasih karena ada tuk habiskan masa

“Tentang Cinta dalam Arti Sempit”

February 3rd, 2007 by niayustiana

Ini adalah beberapa hal tentang ‘cinta dalam arti sempit’ yang aku dapat dari novel Cinta Yang Terlambat. Kenapa aku bisa berkata dalam arti sempit? Karena ini dimaksudkan untuk cinta pada lawan jenis. Selamat membaca……….

* Kita tidak bisa membuat seseorang mencintai kita. Yang bisa kita lakukan adalah menjadi seseorang yang dapat dicintai. Selebihnya terserah pada orang itu untuk menyadari nilai kita (jadi jangan pernah berpikir apa yang salah dalam diri kita jika cinta tak berbalas…)

* Ukuran cinta adalah kala kita mencintai tanpa ukuran (jadi percuma aja kita terus nanya seberapa besar cinta yang diberikan atau yang sudah diterima, lebih besar mana? Dia atau aku? pada saat kita bertanya hal itu justru kita harus mulai curiga, jangan-jangan rasa yang ada bukan cinta?)

* Kita menghabiskan waktu untuk mencari orang yang tepat untuk dicintai atau mencari kesalahan pada orang-orang yang sudah kita cintai, ketika kita seharusnya menyempurnakan cinta yang kita berikan (ini bener-bener harus diinget…)

* Jika kamu ‘mencintai’ seseorang lantaran dia benar-benar menawan, maka itu bukan cinta, itulah tergila-gila (sounds quite familiar…)

* Jika kamu ‘mencintai’ seseorang karena kamu berpikir bahwa kamu tidak bisa meninggalkannya sebab orang lain berpikir bahwa kamu tidak boleh, maka itu bukan cinta, itu kompromi (does it ring a bell?…)

* Jika kamu ‘mencintai’ seseorang lantaran kamu tidak dapat membiarkannya berpikir bahwa itu akan menyakiti perasaannya, maka itu bukan cinta. Itu kemurahan hati (just be honest to urself…)

* Hatimu akan sakit melihat orang yang kamu cintai berbahagia bersama orang lain, tetapi lebih menyakitkan mengetahui bahwa orang yang kamu cintai tidak bahagia bersamamu (jadi lepaskan dan ikutlah berbahagia dengannya meski itu sulit…)

* Cinta jarang sekali kita dapatkan, namun ketika cinta itu sejati, meskipun engkau gagal memperolehnya, engkau tetap mendapatkannya lantaran memiliki getaran mencintai seseorang yang lebih besar daripada engkau mencintai dirimu sendiri (jadi jangan terlalu sedih jika putus cinta…)

* Cinta ialah menerima seseorang dengan segala kekuatan dan kelemahannya (yang ini bisa jadi tantangan soalnya impian seringkali menuntut ‘sempurna/ideal’ menurut pandangan kita atau mungkin juga orang lain…)

* Cinta ialah sebuah komitmen mutlak kepada seorang individu yang tidak sempurna (kata kunci ada pada kata komitmen…)

* Kamu membutuhkan cinta tetapi kala kamu mencintai, itu seperti menakdirkan dirimu menjadi sakit. Kamu menjadi kecanduan dan tergantung pada seseorang. Kamu menjadi kuat dan pada saat yang sama kamu membuka dirimu menjadi sakit (walah… panjangnya…, intinya sich harus siap menanggung resiko…)

Kalo ada tambahan lain tentang topik ini, add ya. Maybe we’ll find a way to unlock the secret of love and then believe in it……….

“Terperangkap dalam Sangkarku”

January 10th, 2007 by niayustiana

Di bulan November aku hanya bisa bergerak dalam ruang lingkup terbatas

Tidak bisa mendekati orang-orang yang aku sayang

Bahkan takut untuk menyentuh karena mungkin berakibat buruk pada mereka

Ada juga rasa bersalah karena sudah merepotkan banyak orang

Tapi juga rasa senang karena masih begitu banyak orang baik di dunia

Mereka yang mau menolong sekalipun baru pertama kali ketemu

         Setiap waktu berlalu tanpa lupa kuhitung

         Sudah 3 hari…, besok 8 hari…, lalu 10 hari… dan seterusnya

         Pada saat itu terkadang sepi datang mengunjungi

         Lalu aku menjadi orang tercengeng di dunia

         Menangis padahal bukan waktunya PMS

Aku terisolasi dari dunia luar selama beberapa waktu

Karenanya kedatangan makhluk apapun yang datang ke tempatku sangat menyenangkan

Apalagi kalo makhluk itu berupa keluarga dan teman-teman tercintaku

Ahhh… senangnya masih memiliki mereka semua

Guess I’ll never stop saying that I love U all…

          Meskipun aku ga mau masuk lagi dalam sangkar itu

          Ada juga hal yang aku rindukan

          Ucapan “Pagi semua!”, “Selamet Makan.” dan ucapan met-metan lainnya

          Jadi semangat awal untuk melalui hari yang panjang

          Belum lagi balapan plus ledekan pas waktunya makan

Dari situ aku belajar satu hal lagi

Akan selalu ada sinar di tempat segelap apapun selama kita mau mencari

Jika tidak ada maka buatlah satu

Jika tidak bisa sendiri maka ajaklah sekutu